16 Maret 2011

Makalah Abortus, Menstrual Regulation dan Sterilisasi


BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang
Islam adalah agama yang suci, yang dibawa oleh nabi Muhammad saw sebagai rahmat untuk semesta alam.
Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai pemutus perkara yang mereka perselisihkan di antara mereka.” (TQS An Nisaa` 65)
Dan tidak patut bagi seorang mu`min laki-laki dan mu`min perempuan, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (TQS Al Ahzab 36)
Setiap makhluk hidup mempunyai hak untuk menikmati kehidupan baik hewan, tumbuhan maupun manusia (terutama) yang menyandang gelar khalifah di muka bumi ini. Oleh karena itu ajaran Islam sangat mementingkan pemeliharaan terhadap 5 hal yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.
Memelihara jiwa dan melindunginya dari berbagai ancaman berarti memelihara eksistensi kehidupan umat manusia. Namun, tidak semua orang merasa senang dan bahagia dengan setiap kelahiran yang tidak direncanakan, karena faktor kemiskinan, hubungan di luar nikah dan alasan-alasan lainnya. Hal ini mengakibatkan, ada sebagian wanita yang menggugurkan kandungannya setelah janin bersemi dalam rahimnya. Penulis akan membahas tentang abortus, menstrual regulation dan Sterilisasi dalam bab pembahasan.

8 Maret 2011

Wacana Pernikahan



1.          Ketika akan menikah janganlah mencari istri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita janganla mencari suami tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2.        Ketika melamar anda bukan sedang meminta pada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Alloh swt. melalui orang tua /wali si gadis.
3.        Ketika anda menikah anda bukan menikah di hadapan negara, Tetapi menikah di hadapan alloh swt.
4.        Ketika resepsi pernikahan catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan doa mereka.
5.        Sejak malam pertama bersyukur dan bersabarlah, anda adalah sepasang anak manusia dan bukAn sepasang malaikat.
6.        Selama menempuh hidup berkeluarga sadarilah, bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan yang bertabur bunga, tetapi semak belukar yang penuh onak dan duri.
7.         Ketika biduk rumah tangga oleng, jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
8.        Ketika belum memiliki anak cintailah istri atau suami anda 100%.
9.        Ketika telah memiliki anak. jangan bagi cinta anda kepada suami / istri dan anak anda, tatapi cintailah istri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.
10.      Ketika ekonomi keluarga belum membaik. yakinlah bahwa pintu rizki akan selalu terbuka lebar berbanding lurus dengan ketaatan suami dan istri.
11.        Ketika ekonomi membaik jangan lupa pada pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita
12.      Ketika anda adalah suami boleh bermanja-manja kepada istri, tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab kepada istri yang membutuhkan pertolongan anda.
13.      Ketika anda adalah istri tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14.      Ketika mendidik anak jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak. karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.
15.      Ketika anak bermasalah yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerja sama dengan orang tuanya, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.
16.      Ketika ada PIL janganlah diminum cukuplah suami sebagai obat.
17.       Ketika ada WIL jangan turuti cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.
18.      Ketika memilih potret keluarga, pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.
19.      Ketika angin langgeng dan harmonis gunakanlah formula ”7 K” :
*         Ketakwaan
*         Kasih sayang
*         Kesetiaan
*         Komunikasi dialogis
*         Keterbukaan
*         Kejujuran
*         Kesabaran

Sumber: kaukus.us

Menilai Kebutuhan Peserta Didik


BAB I
PENDAHULUAN

Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya. Fakta-fakta dilapangan ditemukan sistem pengelolaan anak didik masih menggunakan cara-cara konvensional dan lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan kurang memberi perhatian kepada pengembangan bakat kreatif peserta didik. Dengan adanya kreativitas yang diimplementasiakan dalam sistem pembelajaran, peserta didik nantinya diharapkan dapat menemukan ide-ide yang berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehingga ide-ide kaya yang progresif dan divergen pada nantinya dapat bersaing dalam kompetisi global yang selalu berubah.

Metode Pembelajaran Afektif


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Hakikat Pendidikan Nilai dan Sikap
Nilai adalah suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifatnya tersembunyi, tidak berada di dalam dunia yang empiris. Nilai berhubungan dengan pandangan seseorang tentang baik dan buruk, indah dan tidak indah, dan lain sebagainya. Dengan demikian pendidikan nilai pada dasarnya merupakan proses penanaman nilai kepada peserta didik sehingga ia dapat berperilaku sesuai dengan pandangan yang dianggapnya baik dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
B.        Aspek Afektif dalam Proses Pembelajaran
 Belajar dipandang sebagai upaya sadar seorang individu untuk memperoleh perubahan perilaku secara keseluruhan, baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Namun hingga saat ini dalam praktiknya, proses pembelajaran di sekolah tampaknya lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif (intelektual), yang dilaksanakan melalui berbagai bentuk pendekatan, strategi dan model pembelajaran tertentu. Sementara, pembelajaran yang secara khusus mengembangkan kemampuan afektif tampaknya masih kurang mendapat perhatian. Kalaupun dilakukan mungkin hanya dijadikan sebagai efek pengiring (nurturant effect) atau menjadi hidden curriculum yang disisipkan dalam kegiatan pembelajaran yang utama yaitu pembelajaran kognitif atau pembelajaran psikomotor.

5 Maret 2011

Duhai Hati, Tetaplah Istiqomah ...

Duhai hati..
Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??

JENIS - JENIS METODE PEMBELAJARAN


JENIS - JENIS METODE PEMBELAJARAN

Dalam proses pemebelajaran seorang guru harus memiliki kreatifitas (kemampuan) dalam memberikan materi di kelas agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, untuk itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan bagi seorang pendidik agar proses pembelajaran lebih menyenangkan. Dalam prakteknya terdapat beragam jenis metode pembelajaran dan penerapannya di antaranya yaitu :

1.          Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah dipandang monoton, karena penyampai informasi seperti ini tidak mengundang umpan balik. Sehingga langkah-langkah di bawah ini dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mempertinggi kualitas hasil metode ceramah:
a.      Tujuan pembicaraan (ceramah) harus dirumuskan dengan jelas.
b.      Setelah menetapkan tujuan, harus diteliti sesuaikah metode ini dengan tujuan.
c.       Menyusun ceramah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·         Bahan ceramah dapat dimengerti dengan jelas, maksudnya setiap pengertian dapat menghubungkan pembicaraan dengan pendengar dengan tepat.
·         Dapat menangkap perhatian siswa.
·         Memperlihatkan kepada pendengar bahwa bahan yang mereka peroleh berguna bagi kehidupan mereka.

Konsep Guru Profesional


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

                Banyak di antara para guru yang marasa bahwa pekerjaan sebagai guru adalah rendah dan  hina jika dibandingkan dengan pekerjaan kantor atau bekerja di suatu PT ,umpamanya.Hal ini mungkin disebabkan pandangan masyarakat terhadap guru masih sempit dan picik .Suatu pandangan yangt umumnya bersifat materialistis ,hanya ber tendens kepada keduniawian semata .
               Pandangan seperti itu adalah pandangan yang salah .Pekerjaan sebagai guru adalah pekerjaan yang luhur dan mulia ,baik ditinjau dari sudut masyarakat dan Negara maupun ditinjau dari sudut keagamaan .Guru sebagai pendidik adalah seorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan Negara .Tinggi atau rendahnya kebudayaan suatu masyarakat, maju atau mundurnya tingkat kebudayaan suatu masyarakat dan Negara, sebagian  besar bergantung kepada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh guru-guru.
             Dalam proses mengajar dan keberhasilan siswa sebagian  besar sangat ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru .Peranan dan kompetensi   guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal .Adam dan Decey dalam “Basic Principles Of Student Teaching” mereka menyebutkan guru antara lain berperan sebagai pengajar ,pemimpin kelas, pembimbing, perencana, motivator, konselor, dsb.
            Keberhasilan guru mengelola kelas dalam arti siswa dan lingkungan pelajarnya serta ramuan pelajaran yang baik akan sangat mendukung konsentrasi dan ketertarikan siswa terhadap pelajaran yang diajarkannya, Oleh karena itu setiap sekolah harus mempunyai guru –guru atau tenaga pengajar yang berkualitas atau yang profesional. Sebagai pendidik profesional, guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara profesional, tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional .

Hikmah Pendidikan Ibadah Bagi Jiwa


BAB I
PENDAHULUAN

Setiap makhluk yang dianugerahi potensi ruh, hati dan akal di dunia ini memiliki fitrah untuk mengabdi kepada Sang Pencipta alam semesta. Makhluk itu adalah dari bangsa Jin dan manusia.
Allah Swt. Berfirman dalam Syrat Ad-Dzariat ayat 56 : “ Dan tidak semata-mata kami menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah”
Ayat di atas menggambarkan alasan utama Allah menciptakan jin dan manusia. Manusia selain memiliki ketiga potensi dasar, dilengkapi dengan potensi ragawi (fisik) dan dengan itu manusia disebut makhluk yang paling sempurna dalam kejadiannya. Sehingga dengan bekal potensi tersebut manusia dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya di dunia.