4 September 2022

Bijaklah Bertindak

Seringkali kini, atas nama karier, kita sering terjebak dalam keegoisan bermimpi. Kita hanya bermimpi dengan orientasi pribadi. Tujuan untuk diri sendiri. Jadilah akhirnya, jalan yang kita tempuh tanpa melihat kanan kiri. Atau istilahnya, “Asal mimpiku tuntas, semua jalan akan kulibas.” Padahal, akibatnya sangat merugikan kita sendiri.

Lain halnya dengan orang yang bermimpi dengan menyertakan orientasi kemanfaatan untuk orang lain. Tercapai, tertunda, atau tidak tercapainya sama sekali mimpi-mimpinya, mereka tetap enggan berhenti untuk berbuat dan tidak ada kata istirahat.

Pilihan ditangan kita, baik atau buruk, hitam atau putih, terang atau gelap, lurus atau bengkok, pilih jalanmu dengan bijak.

3 September 2022

Bagaimana mungkin, Hujan Bulan Juni

Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar saputangan yang telah ditenunnya sendiri.

Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa meimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan nafasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.

28 Juli 2022

Adab dulu, Baru ilmu

.
"
Akan kutempuh jalan berliku untuk menimba adab kepada sang guru, sungguh aku hanya menginginkan keberkahan ilmu yang dialirkannya, mengharapkan keikhlasan untuk menerima  semua tutur nasehatnya dan semoga Allah memberikan keberkahan, kesehatan kepadanya.
"

"Tinggi ilmu berpotensi menjadikan kita angkuh,
namun tingginya adab membuat hidupmu lebih rengkuh"

📸 @kitri.fotografi
.

Ciamis, 15 Juni 2022

Pelajaran Hidup

Seperti orang lain, aku juga pernah tergila-gila pada batas yang sudah jelas tidak berpihak, menggantungkan segala harap meski tahu memukul telak, dan menjaga sedemikian rupa atas nama kesetiaan yang terus saja terkecoh oleh takdir semesta.

Aku si bodoh yg pernah sedemikian terluka karena ketololan diri sendiri yg keras kepala. Aku masih terus belajar, memberi jarak pada hati. Memberi ruang untukku bisa bernafas lega tanpa menggebu. Sampai jiwaku benar-benar merasakan apa yang sudah menjadi takdir itulah yang semestinya terjadi.

dari twitter • kejora •

15 Juli 2022


27 Juli 2022

Perjalanan, memaafkan, keteguhan.

Perjalanan hidup akan mengantar kita pada pahit manis rasa dalam dada, lapang dan sempit dalam jiwa. Terjatuh lalu bangun, terjatuh lagi lalu bangun kembali, begitulah Allah akan memberikan rasa itu pada setiap peristiwa kehidupan pada setiap hamba-Nya.

Saat kita lapang, berarti itulah saatnya kita membantu sahabat kita yang tengah terpuruk, dan saat kita terpuruk, artinya saat itulah kita akan melihat sahabat mana yang selalu berada disamping kita.

"Maafkanlah masa lalumu, tawakkalkan masa depanmu, nikmati masamu yang sekarang ini." pesan seorang sahabat.

Memaafkan memang tak mengubah apapun yang terjadi di masa lalu, tapi ia memperindah hari esok dan menceriakan hari ini.

Kekayaan sejati adalah timbunan perjuangan kita setiap hari, tercatat disisi Alloh dan Dia tak akan melupakannya. Karenanya, jangan kau gadai harga dirimu untuk sesuatu yang pasti usai, jangan kau jual kehormatanmu untuk dunia yang fana, jangan kau tukar marwahmu untuk benda yang pasti ditinggalkan.

Teguhkan tekad, jangan terkecoh !
Tetapkan langkah, jangan sampai tergelincir !
Titi jalan yang benar ini hingga malakul maut menjemput.

Sampai jumpa di tepi Al-Kautsar.

📸 @didin.hdyt

Tasikmalaya, 11 Juli 2022

26 April 2022

are u cheating ?

Adalah awan gelap yang menggelayut
Ratap ini menghunus laksana suriken beracun menikam jantung
Erangnya mengusik angkasa, namun dalam sunyi yang panjang

Yangtze dan Nil disatukan lautan
Orang buta dan tuli ditautkan dalam pengembaraan
Untuk dua jiwa dan hati yang terberai, sulit untuk dipadukan

Cinta, hati dan putus asa
Hanya nyanyian tekukur di pohon maple
Erangan lembu di sore yang menyesakan
Angsa putihpun memekat
Tatkala malam mendekap erat
Indah bagi para petapa
Namun, kusangka hadirkan pijar
Gelap malah makin merapat

?

2 Maret 2022

Shalat

... Apabila engkau anggap sholat itu hanya sebagai kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya & tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

... Anggaplah sholat itu pertemuan yg kau nanti dgn Tuhanmu ... Allahuakbar.

... Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah ... Allahuakbar.

... Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau mengadu segala keluh kesah dgn Allah SWT ... Allahuakbar.

..Anggaplah sholat itu sebagai mana seriusnya kau dlm bermimpi ... Allahuakbar.

... *Bayangkan ketika "Azan* berkumandang," Allah melambai-lambai kepadamu utk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya ... Allahuakbar.

*... Bayangkan ketika kau "Takbir,"* Allah melihatmu, Allah tersenyum untukmu dan Allah berbangga dengan mu ... Allahuakbar.

*... Bayangkanlah ketika "Rukuk,"* Allah menampung badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau merasakan damai dalam sentuhan-Nya ... Allahuakbar.

*... Bayangkan ketika "Sujud,"* Allah mengalas kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua-dua telingamu: "Aku mencintaimu wahai hamba-Ku." ... Allahuakbar.

*... Bayangkan ketika kau "Duduk di antara 2 sujud,"* Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan: "Aku tak akan diam apabila orang mengusikmu." ... Allahuakbar.

*... Bayangkan ketika kau memberi "Salam,"* Allah menjawabnya, lalu kau jadi manusia berhati bersih ... Subhanallah.

Masya Allah ... sungguh nikmat sholat yg kita lakukan. Tak akan sia-sia orang yang menyebarkannya.
Maka sebarkanlah wahai teman-temanku. Allahuma, saksikanlah ...

#Ingatan dan muhasabah buat diriku sendiri, saudara-saudaraku dan sahabat-sahabatku. Kita insan biasa yg sering terlena dgn urusan dunia yg senantiasa menghambat kita...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Kirim ini ke 5 grup dan semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..

Saya doakan semua yang membaca dan mengaminkan doa ini, di beri rezeki melimpah 7 turunan seperti air mengalir ini.. dan diundang segera oleh Allah menunaikah Haji dan Umroh dengan cara2Nya.
.

Aamiin.... 🤲

Semoga bermanfa'at.Aamiin yarobbal alamin

9 Oktober 2021

*Nasehat Buya Hamka:*

*1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,* maka
seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang yang Produktif'.

*2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk:*
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.

*3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia',* Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.

*4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu "Baik"* akan Tampak dari:
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.

*5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,*  maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.

*6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,* Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.

*7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik & 'Beramal' hari ini,* Baik dengan:
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...

*8. Para Pembohong* akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.

*9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.*
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.

*10. Bila 'Hati Kita Bersih',* 
Tak ada Waktu untuk:
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.

*11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik',* Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian dari Hati'.

*12. Jadikanlah setiap 'Kritik'* bahkan 'Penghinaan' yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.

*13. Kita tdk pernah tahu Kapan* 'Kematian' akan 'Menjemput Kita', tapi yg Kita Tahu  adalah kematian itu pasti datang & seberapa Banyak Bekal rohani yg Kita Miliki untuk Menghadapinya ...

13 Maret 2021

Ah Sudahlah ...


Mengapa masih terasa ada sekat ketika hendak mendekat.
Mengapa masih ada ruang hampa saat akan berbicara.
Mengapa sulit untuk bertanya padahal itu sudah biasa.
Hanya saja, ketika hati tersakiti sulit untuk kembali.

(Status Facebook 10 tahun silam)

Seolah alarm pada diri, bahwa memaafkan itu terasa sulit. Apalagi melupakan.

Ketika ego menggunung, maka segala konsekuensi diabaikan. Meski disana terdapat janji agung, sumpah setia.

21 Februari 2021

Besarkan Hatimu dengan Sabar

Saat mondok, Ustadz Insanul A'la Daroja pernah menyampaikan "Kesabaran itu tanpa batas. Sabar itu tak menuntut waktu. Kita sendirilah yang membatasinya". Beliau adalah pengajar Mahfudzat, saya selalu tertarik dengan penjelasan materinya yang berbeda dengan ustadz lainnya, beliau mengajarkan filsafat sederhana kepada para santri belia, karena waktu itu saya Masih duduk di kelas 8 MTs.

'Kesabaran yang tak ada batas'nya adalah sesuatu hal yang baru bagi saya, karena tidak sesuai dengan pedoman umum yang sering diungkapkan kebanyakan orang. Ya, banyak sekali yang mengatakan bahwa 'sabar itu ada batasnya'. Lalu, Ustadz Daroja membalikan pernyataan itu dengan sebuah pertanyaan, dimana batas itu dan siapa yang membatasinya ? Ya, kita sendirilah yang membatasinya. Karena sesungguhnya sabar tak menuntut batas.

Kesabaran itu tentang mental. Kesabaran itu tentang menyiasati zaman dengan senyuman meski mendung duka melanda. Kesabaran itu tentang menyikapi keadaan, meski jiwa dalam tekanan yang berterusan. Kesabaran adalah tentang penghambaan atas segala uji, coba dan ketetapan dari Alloh 'Azza Wajalla.

"Jika aku memiliki 2 tunggangan yang harus aku pilih, yaitu sabar dan syukur, maka aku tak peduli kuda mana yang akan aku tunggangi nanti" demikian Umar bin Khathab pernah berucap. Betapa berharganya sikap sabar dalam hidup kita.

Saat ini, pada zaman ini, sungguh kesabaran telah menjadi mutiara yang hampir sulit didapat. Tersinggung sedikit langsung 'laporkan'. Di kritik sedikit langsung 'laporkan'. Ada cuitan atau postingan yang menyinggung langsung 'laporkan'. Ya, di satu sisi setiap orang memang punya hak, tapi seringkali lupa bahwa setiap orang juga punya kewajiban. Haknya adalah untuk membela diri, dan kewajibannya adalah untuk menjaga diri, lisan dan perbuatan.

Kesusahan hidup yang menghimpit seringkali membutakan mata, hati dan pikir kita untuk melakukan perbuatan yang menjerumuskan pada jurang dosa. Tak jernihnya hati yang diliputi kesabaran akan berbuah perkataan kotor, pemikiran lacur dan hati yang berselingkuh. Ah, sungguh berat berlaku sabat di masa kini.

Semoga, sepahit apapun hidup yang menghampiri, Alloh berikan keluasan hati un tuk tetap bersabar.

Sabar dari gunjingan. Sabar dari caci dan hina. Sabar dari kefakiran. Sabar dari kerewelan pasangan. Sabar dari kecerewetan keturunan. Sabar dalam menjalankan titah. Sabar menghadapi musibah. Sabar menjauhi makshiyat. Sabar seluas kita mempu berjalan dan memandang.

Dan Allah telah menjanjikan kebahagiaan bagi orang-orang yang sabar. Karena Dia selalu membersamai hamba penyabar.

Wallohu A'lam ...

5 Februari 2021

Ketika uang jadi takaran ...

Ketika uang jadi takaran sebuah kebahagiaan
Ketika uang jadi ukuran kasih sayang dan perhatian
Ketika uang jadi patokan kemesraan dan romantisme
Ketika uang jadi panutan untuk sebuah kepatuhan dan keharmonisan

Maka, nilai hubungan hanya sebuah transaksional. Semakin banyak nol yang ditambahkan pada angka, maka semakin ia memuja dan menghamba.

Lalu, apa bedanya dengan wanita panggilan? Justru mungkin mereka lebih mulia, mereka hanya mampir untuk memelukmu, tanpa kepura-kepuraan dan memberi harapan panjang. Sementara dalam sebuah hubungan, apalagi kau telah mengikrarkan sumpah setia sehidup dan sependeritaan, dirimu hanya sedang membohongi diri, mengingkari janji yang telah dilambungkan dan tengah menghinakan diri dihadapan semesta.

Uang memang penting, tapi mementingkan uang dalam sebuah hubungan adalah neraca rapuh yang merontokan bangunan yang telah kaun tancapkan pondasinya.

Uang memang menjanjikan kebahagiaan, tapi jika uang menjadi sumber utama kebahagiaan dan mengabaikan petikan-petikan kecil yang dilakukan pasanganmu untuk membahagiakanmu, maka sebenarnya kau tengah memberi jarak yang semakin jauh dengan kebahagiaan yang kau inginkan.

Mari, sebelum semua terlanjur usang. Bercermin pada nurani, dan jernihkan pikir. Jikapun Pasanganmu memang jauh dari mimpi-mimpi kebahagiaanmu, mengapa dulu kau memantapkan diri untuk membina semua hubungan ini.

Semakin kita mencari yang terbaik, mencari kebahagiaan semu, mengejar yang lebih tinggi, maka semakin jauh pula kebahagiaan menghindar darimu.

Bukankah, seorang bijak pernah berkata, dunia hanya banyangan. Ketika kau mengejarnya, maka semakin cepat pula ia menghindar dan berlari. Tapi, jika kau memalingkan diri dari bayangan itu, tak ada pilihan lain baginya untuk mengikutimu.

Selamat bermuhasabah wahai diri
Semoga esok lebih baik
Dengan bahagia sebenar bahagia
Bukan bahagia semu dan fana
Yang dapat menjerumuskan kita pada jurang nestapa berkepanjangan


24 Oktober 2020

Sepenggal Catatan Sebelum Lelap

Selepas perjalanan cukup panjang
Setumpuk tugas dan kewajiban menanti untuk dituntaskan
Adapun aku, yang laku seorang hamba
Bergegas merancang peta dalam pikir, kerja mana yang mesti disegerakan, serta tugas apa yang bisa diakhirkan

Pakaian kotor nan berserakan memanggil untuk dibilas, lantai menggenang sisa hujan senja, perabot dapur bertumpuk menanti untuk digosok, serta gerakan tambahan dari dua bersaudara untuk disuapi makanan.

Semua tuntas dalam 3 degupan
Si bungsu terlelap disamping gadget yang masih riang nyanyian
Si sulung diseru agar lekas terlelap meski permainannya belum usai

Selimut dibentangkan
Lampu dipadamkan
Do'a dipanjatkan
Memejam dalam ketenangan

Adapun Sang Ratu ...
Selepas menyimak beberapa artikel
Berbaring nikmat tanpa hambatan

25 Mei 2020

7th Wedding Anniversay

7 tahun sudah membersamaimu ...
Usiaku memang puluhan tahun
Tapi urusan mencintaimu, aku masih butuh dituntun.

Terimakasih untuk segala keindahan yang telah diberikan.

Dari tanganmu tercipta aneka hidangan istimewa;
Dari rahimmu terlahir 2 anugerah nan memanjakan pandangan, sepasang buah hati yang menyemarakan siang dan malam kita;

Sungguh, bahagia itu sederhana saat kita tetap dan terus bersama.

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin berhembus;
Begitupun biduk rumah tangga kita, tak lekang coba dan uji;
Hari ini kita tertawa, esok lusa kita bertemu luka;
Seminggu kita menenun kasih, seminggu selanjutnya kita menuai duka;
Namun roda keluarga kita tetap bertahan.

Cemburu dan rindu menyelingi setiap waktu,
Amarah dan cinta mengiringi dalam romantika masa,
Segala emosi yang menguras jiwa dan mengiris hati pernah dilalui,
Dan pasti akan kita temui, esok atau lusa yang terus menanti dan dinanti.

Saat berjauhan mari saling menguatkan, saat berdekatan mari saling menyatukan;
Biarlah curiga menjadi sedikit bumbu cinta, namun mari jauhkan syakwa sangka agar tak jadi petaka;
Perjalanan masih terlampau jauh dan masih harus kita tempuh;

Perjalanan masih teramat panjang dan masih harus kita terjang;
Hidup memang seperti roaller coaster, namun mari nikmati guncangannya, karena ia pasti berlalu;
Kita pernah menanjak pernah menurun, namun yakinlah, cinta kan memudahkan segalanya.

Terimakasih karena terus bersabar untuk setiap tingkah yang membuatmu sering gusar;
Terimakasih karena tetap tabah dalam setiap getir yang mewabah;
Dan aku, tak akan pernah bisa untuk menggenapkan kebahagiaan yang telah kau persembahkan.

Perjalanan waktu mengantarkan kita pada pendewasaan, dewasa menyikapi hirup pikuk kehidupan, dewasa menyiasati zaman yang melenakan;
Dalam utas do'a yang selalu kupanjatkan, semoga kita berujung di pusara bahagia tak bertepi.

Hanya kepada Alloh kita lambungkan setiap harap dan ratap;
Karena Dialah yang menautkan hati, genggaman tangan serta langkah kita;
Hanya kepada Alloh kita haturkan sembah syukur terluhur atas segala karunia yang telah terhulur; Alhamdulillah.

Alhamdulillah ...
Terimakasih ya Alloh untuk setiap nikmat yang hari-hari kami hirup;
Terimakasih ya Alloh atas segenap karunia yang kami teguk;
Terimakasih ya Alloh untuk seluruh anugerah yang selalu bersimbah;
Terimakasih ya Alloh untuk segalanya.

7 tahun mungkin singkat bagi perkembangan hidup manusia, tapi terasa lama jika menelisik segala perjuangan;
7 tahun memang hanya angka, tapi nilai yang diraih semoga mengabadi hingga jannahNya kelak;
7 tahun yang terlewati hanya tangga menuju etape selanjutnya.

Perum Graha Jatiwangi
13 Mei 2020

Semoga Alloh mengekalkan cinta dan kasih sayang kita;
Meneguhkan janji setia yang pernah terucap lidah dan tertanam didada;
Melimpahkan anugerah yang tak terduga dalam jalinan kita;
Mengalir indah cerita kita hingga ke Surga.

24 Mei 2020

'Ied Mubatak 1441 H


Lulubaran usum Lebaran

Hampura, 
teu kuram kirim, 
teu kireum-kireum.

Hampura, 
teu bisa maro, 
teu bisa mere. 

Hampura, 
teu wasa nalangan, 
teu wasa nulungan. 

Hampura, 
carang mantuan, 
remen mentaan. 

Hampura, 
sok nyeungseurikeun, 
sok nyangsarakeun. 

upama saruana, 
sadayana dihampura.

Wilujeng Boboran Shiyam 1441 H/2020 M
Taqobbalallohu Minna Waminkum
Waja'alallohu lana minal'aidin walfaizin

FDJ. Indra Kurniawan
Sakulawedet.

5 Mei 2020

Maafkan Aku ...

"Memaafkan itu sulit. Tapi jauh lebih sulit lagi melupakan."

Maafkan hamba atas segala perkara yang bermula hanya dari syakwa sangka dan berujung pada kegaduhan mata dan telinga.

Entah untuk keberapa kalinya
Entah untuk ribuan kalimat yang sama
Biarkan aku menebus segala alfa
Demi sebuah luka padamu yang menganga
Dengan hukuman apapun agar maafmu deras dan lapangkan dada

Aku tak terkendali dalam buta yang fana
Memperturutkan ego hingga kau terjangkit luka
Padahal ingatanmu teramat tajam pada setiap peristiwa
Semua telah terjadi dan berujung nestapa
Hanya #maaf yang mampu ku ungkap padamu duhai pesona

Timbul tenggelam, timbul tenggelam, rasa bahagia juga duka
Dalam padanan hari yang terus berpindah dalam rodanya
Entah ini perputaran ke berapa yang ku buat dadamu sesak tak terkira

Malam ini, lelaplah dalam mimpi panjang hingga sahur menjelang
Semoga gelap menyembunyikan lelah dan penatmu dari pagi hingga petang
Meski kau mengigau penuh ratapan, atau mungkin meradang
Biar aku berjaga bersama detak jam dalam penyesalan yang panjang

Moga esok lukamu sembuh
Moga pagi jiwamu terbasuh

Air mata yang mengalir kala temaram
Sungguh telah mencabik dan menikam
Pada dada ini yang samakin mencekam

Mohon, jangan sebut kata itu lagi
Kata yang membuat merinding ngeri
Kata yang menyesakan tak terperi
Kata yang meremukkan seluruh sendi
Kata yang mencerabut segenap bahagia di hati
Kata yang meloloskan setiap tulang hingga tercacah dan terbagi
Kata yang menindih perih di diri

Dalam bisik penuh lirih
Izinkan aku menyentuhmu meski kau teramat pedih

Saat jiwamu tergoncang penuh amarah
Kusediakan diriku untuk kau bakar penuh berserah

Hingga dunia tumpang tindih pun
Akan tetap ku mohonkan ampun
Atas segala khilaf yang tak santun
Padamu wahai sang penuntun

Maafkan ...

3 Mei 2020

Jaga Diri & Hati di Bulan Suci

Berhentilah dengan kata2 nakal, ia akan menawanmu dan akan meminta pertanggungjawaban darimu.
Jaga lisanmu, selamat dirimu.

Kata-kata menjelma jadi prasangka, prasangka didominasi oleh keburukan ...

Puasa adalah perisai, rugilah jika kata-kata tak menjelma jadi ibadah ...

Kata-kata bisa jadi senjata mkan tuan, ia merusak diri sendiri dan menjerumuskannya ke lembah nadir kenistaan. Karena kata2 lah muara dari kebaikan pun keburukan.

Puasa berkata buruk juga kasar adalah serangkaian pelajaran dari bulan Ramadhan ...


Lebih banyak ngobrol bareng Alloh daripada makhluk di bulan mulia ini. Bibir bersih, lidah terjaga, kata tertata dan hati tenteram.

Makanya, kenapa puasa disebut perisai, karena ia menjaga virus2 yang membahayakan hati yang mewujud jadi laku.

Rugi pisan kalo cuma ngosongin perut, tapi bersilat lidah jalan terus. Ghibah lancar jaya, kata2 nakal tetep diumbar, obrolan unfaedah terus diperdagangkan. Puasamu hanya haus & lapar, selebihnya .... Nol besar bradah & sistah.

Satu bulan hanya medan latihan, sebelas sisanya medan perjuangan. Kalo saat latihan kita ga serius, jangan harap pas perang sesungguhnya kita menang. Kalo lagi training kita banyak maen2, pas aksi sebenarnya jangan kecewa kalo kita gagal berterusan. Waspadalah !

Bulan ini pun bulan cinta. Bulan buat ekspresikan rasa cinta tepatnya. Sejauhmana kita menyerahkan segala usaha selama sebulan penuh untuk perbaiki diri, lebih banyak memberi, lebih banyak berdedikasi, makin banyak ngaji dan tambah dekat dengan sesama ...

Hanya mencintai Alloh kita gak bakalan kecewa.

Saat mencintai makhluk, maka sebenarnya kita harus mempersiapkan diri untuk dikecewakan, berkalung penyesalan, galau tak berkesudahan, berseiap untuk disakiti, atau bahkan untuk dikhianati ...

Setia kepada Alloh membuka segala pintu kemudahan. Setia kepada makhluk adalah setapak jalan menuju setia kepada-Nya.

Hati yang mendua, rasa yang berkhianat, cinta yang bertahta dusta hanya akan menampakan dirinya dengan wajah coreng moreng dan menjijikan...

Ingat lah ... Alloh Maha Pencemburu.

Sekali saja kau tak setia kepada-Nya, menduakan-Nya, mengkhianati-Nya. Maka langgeng sudah nestapa yang akan didapat, siksanya teramat sangat pedih Jenderal !!!

Maka Alloh pun menempatkan rasa cemburu pada makhlukNya. Ya, seluruh makhluk.

Ingat lah ... Alloh Maha Pencemburu.

Sekali saja kau tak setia kepada-Nya, menduakan-Nya, mengkhianati-Nya. Maka langgeng sudah nestapa yang akan didapat, siksanya teramat sangat pedih Jenderal !!!

Maka Alloh pun menempatkan rasa cemburu pada makhlukNya. Ya, seluruh makhluk.

Dan rasa cemburu terbesar dimiliki oleh kaum Hawa. Adapun kaum Adam, mereka punya, lalu mengekspresikan rasa cemburunya dengan 2 hal ekstrem. Diam atau Labrak.

Kaum hawa mengekspresikannya dengan tangisan, lalu meledak menjadi amarah.
Maka, Ramadhan adalah pengendali emosi.

Jaga diri dan hati di bulan yang suci
Semoga tak sia-sia Ramadhan yang kita bersamai ...

Aku yang Asing dan Terasing

Aku hanya orang asing
Di belantara dunia penuh dungu juga curiga
Diantara orang terkasih pun musuh dalam selimut penuh senyum

Aku hanya ngengat pengganggu
Bagimu jelita yang diberkati kemilau rupa
Untukmu rupawan yang dianugerahi cahaya mata

Aku hanya remah-remah dalam pusaran mutiaramu

Aku hanya anjing penjaga, sekehendak dalam perintah meski sukar diperbuay

Aku hanya kucing pemalas yang selalu tertidur pulas, lepas nan bebas

Kepapaan terus meraja
Lemah jiwa tetap bertahta
Bagi diri yang tak lagi berarti
Di matamu wahai penyejuk sanubari

Berucap, takut tak bermakna
Diam, khawatir jadi pendendam

Entahlah, antara nyata dan maya
Antara fatamorgana di Sahara dan Piramida raksasa di Mesir yang perkasa

Aku hanya teronggok tak berguna di sudut sempit yang menghimpit juga gelap yang teramat pengap

Dibalik topeng wajahku
Hanya nista berselimut nanah dosa
Hanya nadir kepasrahan dan penghambaan 
Hanya liur yang dienyahkan dari mulut wangimu

Lalu, kau tersenyum
Menggerakan kepala bersama senandung kepergian yang menyesakan
Meliukan tangan dengan lirik pedih perpisahan

Akulah ilalang yang menghalangi pandanganmu, dari megahnya dunia yang kau impikan

Akulah tali yang mengekangmu, hingga kau menjadi budak, tak merdeka dengan segala cita

Lalu kemana seluruh pengorbanan?
Oh aku lupa, jika memang cinta kau tak pernah merasa berkorban. Begitu ungkap seorang bijak.

Jika kau sudah merasa berkorban, maka saat itu cintamu tak utuh, cintamu tak lurus nan tulus.

Aku hanya binatang kerdil
Sekali kau injak, hancur seketika
Sekali kau pukul, lagsung remuk redam

Maka, biarlah aku kau jadikan pelampiasan atas segala kekesalan;
Kau jadikan aku sebagai samsak untuk kau jadikan sasaran tarungmu;
Kau jadikan aku kertas untuk dirobek lalu dibakar;
Kau jadikan aku lap yang kau pakai membersihkan kotoran;
Biarlah ku relakan semuanya ...

Akulah toksik yang meracuni tidur nyenyakmu, mimpi indahmu dan membangunkanmu dengan keringat dinhim penu ketakutan.

Aku hanyalah sianida yang mematikan sukma yang 'kan melayangkanmu menuju dunia impian, impian yang mungkin tak pernah kau singgahi.

Aku rancu dan kaku
Kau begitu segar membiru

Aku sekeras batu
Kau selembut sutera para ratu

Aku beku
Kau mengalir deras menuju samudera rindu

Aku baja tak bertuan
Kau mutiara bertahta intan

Aku babu
Kau nyonya anggun dengan pesona beribu

Aku serdadu
Kau panglima perang menggebu dengan sejuta kuasa menyatu

17 April 2020

Jumpa dan Pisah

Apapun yang tersembunyi akan terkuak juga
Apapun yang sunyi akan berbunyi pula
Apapun yang gemerlap akan benderang pada akhirnya
Apapun yang tersimpan rata akan berserakan pula

Yang bertumbuh kan sirna
Yang ada kan tiada
Fenomena akan berputar dalam siklusnya

Banyak orang ketakutan akan sebuah  perpisahan, tapi mereka tak risau dengan perjumpaan.
Bukankah hakikat dari pertemuan adalah untuk berpisah ? Baik sementara atau selamanya.

Banyak orang kecewa akan sebuah kehilangan, tapi mereka tak galau dengan sebuah pertemuan. Bukankah dalam pertemuan ada lubang menuju kehilangan ? Entah sementara atau selamanya.

Bersiaplah kawan ...
Setiap kali kau dipertemukan, kau pasti kehilangan
Setiap kali kau berjumpa, dipastikan kau akan terpisahkan

12 April 2020

Adapun Senja

Adapun senja ...
Ia memang indah, tapi sementara; Karena ia akan dilumat pekatnya malam.

Adapun senja ...
Dari puncak bukit kau menatapnya atau dari pinggir pantai kau menikmatinya, kita bersua dengan mentari yang sama.

Adapun senja ...
Ia bersegera pergi untuk memberi kisah baru bagi waktu lainnya saat malam menjelang dengan temaram misterinya.

Adapun senja ...
Mengajakku bersyukur, bahwa keindahan yang dimiliki hanya bertahta sementara, pesta pasti usai.

Adapun senja ...
Hanya satu persinggahan dari berjuta dimensi yang pernah kita pijaki dan berdiam untuk menenun kisah.

Adapun senja ...
Bukan ujung sebuah perjalanan, meski ia menuju pertapaan malam yang melelapkan segala gulana serta gundah.

Adapun senja ...
Penahbis segala kekalutan diri untuk diserahkan pada Sang Pemilik Keabadian dalam penjemputan yang makin dekat.

Graha Jatiwangi
15.43

11 April 2020

Selamat Pagi

Selamat Pagi ...

Bagiku waktu selalu pagi. Diantara potongan selama dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu yang paling indah.

Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedadunan.

Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan.

Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi.

Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan nafas tertahan.

~{ Terelite; Sunset Bersama Rosie }~