oleh Syamsi Ali
Diiringi gema "Allahu Akbar!", siang itu pria cokelat asal Trinidad itu resmi menjadi Muslim setelah mengucapkan syahadat menjelang shalat Ashar
Pemuda berkulit cokelat asal
Trinidad itu terpana melihat pemandangan di depannya. Mata Dion, yang berusia 26
tahun itu, tak henti-henti mengarah ke sekelompok Muslim yang sedang shalat
dengan khusyu'nya di tengah riuh-rendah stasiun kereta di sebuah kota di Belgia.
Dion seperti tersambar petir. "Saya nggak tahu, tiba-tiba karena melihat mereka
shalat di stasiun hati saya bergetar," katanya.
Seusai mereka shalat, Dion
memberanikan diri bertanya, siapa mereka dan apa gerangan yang mereka baru
lakukan? Setelah mendapatkan jawaban dari mereka, pemuda yang bekerja sebagai
akuntan di Stamford, Connecticut, itu tidak pernah habis berpikir. Ada pikiran
yang berkecamuk keras, antara percaya dengan perasaannya sendiri dan apa yang
dia kenal selama ini tentang Islam. |
30 September 2011
Shalat di Stasiun Menggetarkan Hatiku
22 September 2011
Pantaskah Kita ?
Oleh: Ario Muhammad
Bismillah…
Dalam getaran yang berlalu seperti hari-hari sebelumnya. KAU hadir kembali menghentakkan seluruh jiwa agar tunduk kembali pada-Mu. Seperti senja yang selalu terkenang, kemudian gerimis di awal malam yang dingin dan membekukan, memoar-memoar itu kembali terjadi namun dalam bahasa yang tak biasa. Kali ini terasa berbeda. Ketika satu persatu perenungan mulai menggugurkan keangkuhanku agar lebih merasa bahwa sungguh, tak ada yang lebih mulia selain keshalihan yang berbalut dengan hati yang ikhlas dalam beramal hanya karena-Mu.
Menyadari, betapa titik-titik khilaf itu membuat diri ini semakin abu-abu jika tak ingin dibilang sebagai lumpur hitam yang pekat. Ahhh… apalagi yang paling indah selain amalan yang bercahaya, jiwa yang tersemai dan selalu tertaut dengan-Mu, mata yang senantiasa tunduk dalam pandangan ke-tawadhu-an di hadapan-Mu, serta sentuhan-sentuhan akhlaq yang mengagumkan dalam balutan kematangan pribadi di dalam diri. Keindahan itu, terasa begitu jauh untuk disentuh, apalagi jika diharap untuk kumiliki.
Kata Hikmah
“Islam
tidak terbatas pada aktivitas ritual muslim yang sempit, tapi pedoman
hidup bagi individu, masyarakat dan negara. Islam menentang
kesewenang-wenangan manusia terhadap saudaranya. karena itu, kaum
muslimin harus berjihad untuk mendapatkan kemerdekaan. Islam menyetujui
prinsip-prinsip negara yang benar. Karena itu, kaum muslimin harus
mengelola negara yang merdeka berdasarkan nilai-nilai Islam. Tujuan ini
tidak terwujud jika kaum muslimin tidak punya
keberanian berjihad
untuk mendapatkan kemerdekaan, sesuai dengan nilai-nilai yang diserukan
Islam. Mereka juga harus serius membentuk kader dari kalangan pemuda
muslim yang terpelajar.” -Muhammad Nastir-
Secuil Catatan Si Hati
“Pokoknya sakiiiiiit hati ini, sakiiit banget deh!”, keluhan seorang
sahabat tatkala menceritakan prihal pengkhianatan seseorang yang
dipercayainya. Mimik muka penuh kekesalan ditambah nada suara yang
menandai rasa jengkel.
Juga kelunya lidah seorang ibu, berurai air mata dan ragam tanya
dalam nuraninya, “Kenapa anak hamba yang dibesarkan dalam pendidikan
agama yang baik, tetapi melakukan perbuatan zina dan sering berdusta, Ya
Allah?”, ibu mana pun juga yang merupakan muslimah sholihat, pastilah
merasa hancur hatinya tatkala memetik kenyataan pahit melihat anaknya
‘kumpul kebo’ berlumur kehinaan dan belum juga bertaubat pada-NYA.
19 September 2011
Inspiring Muadz bin Jabal: Dai Muda yang Kaya Raya dan Lembut Hati
Oleh : Hatta Syamsudin
Muadz bin Jabal seorang pemuda Anshar teladan, termasuk golongan Anshar yang pertama masuk Islam dan turut serta dalam baiatul Aqabah dua. Kepandaian dan kepahamannya dalam ilmu agama diakui oleh banyak sahabat, tak terkecuali sang pemimpin Rasulullah SAW yang memberikan testimoni menyejarah : “sepandai-pandainya umatku dalam masalah halal dan haram adalah Muadz bin Jabal”, bahkan di riwayat yang lain disebutkan Muadz adalah pemimpin para ulama di akhirat nanti.
Karena kefaqihannya inilah Muadz pun dipercaya menjadi duta dakwah di Yaman. Sebuah amanah dan tugas berat menanti di sana, menyebarkan Islam dengan benar sesuai ajaran Rasulullah SAW. Tak heran jika di awal keberangkatan Muadz ke Yaman, serangkaian fit and proper test pun dijalankan oleh Rasulullah SAW. Maka ketika Muadz sukses menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan begitu cerdas dan elegan, wajah Rasulullah SAW pun berseri-seri dan bertutur lugas : “Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq kepada utusan Rasulullah sebagai yang diridhai oleh Rasulullah . . . .”
12 September 2011
Cerita Jodoh(ku)
Apa yang terlintas di benak Sahabat pertama kali ketika membaca judul tulisan ini??
Oohh.. Mungkin ada yang berpikir bahwa sang penulis akan berbagi tentang cerita jodohnya.
Tentunya di sini aku takkan berbagi tentang cerita jodohku karena aku sendiri belum mengalaminya. Namun, aku akan berbagi tentang cerita jodoh(ku). “Ku” yang dimaksudkan di sini adalah orang yang sudah mengalami proses dalam menjemput jodohnya. Setiap kita mempunyai scenario hidup termasuk cerita jodoh yaitu bagaimana proses penjemputan jodoh masing-masing. Mungkin ada yang awalnya tak saling kenal akhirnya menikah. Atau ada juga yang sudah kenal sejak lama dan akhirnya menikah walaupun tak pernah menduga sebelumnya.
11 September 2011
Derap Langkah Sulaiman Mewujudkan Peradaban
Oleh : Rijalul Imam ( Eks Ketua Umum KAMMI Pusat)
Bagian ini akan menggambarkan bagaimana langkah-langkah Nabi Sulaiman mewujudkan cita peradabannya. Judulnya lebih tepat disebut langkah-langkah Nabi Sulaiman membangun peradaban dengan keunggulan budaya. Sebab apa yang dilakukan beliau bukanlah sesuatu yang kecil melainkan tradisi-tradisi yang merupakan bahan bangunan peradaban itu sendiri.
Untuk memahami langkah-langkah Nabi Sulaiman a.s. membangun peradaban ini, yang pertama kali perlu dipahami adalah kerja-kerja yang dilakukan merupakan kerja kolektif untuk membangun sebuah tujuan besar. Kolektivitas ini merupakan unsur terkuat dari peradaban itu sendiri. Sehingga proses pembangunan obsesi adalah obsesi kolektif.
Seiring dengan kesadaran kolektivitas kita sebagai umat untuk membangun izzah Islam, nampak umat Islam yang tergabung dalam gerakan-gerakan Islam melakukan kompetisi kebaikan. Inilah yang kini menjadi trend positif di kalangan umat Islam. Al-Qur’an membolehkan bahkan menganjurkan kompetisi gerakan ini dengan istilah fastabiqul khairat. Kompetisi yang dibangun bukanlah untuk menjatuhkan satu sama lainnya, tapi saling melengkapi piramida peradaban Islam. Saya ingin menyebutnya dengan istilah trend kompetisi membangun kompetensi gerakan.
Bagian ini akan menggambarkan bagaimana langkah-langkah Nabi Sulaiman mewujudkan cita peradabannya. Judulnya lebih tepat disebut langkah-langkah Nabi Sulaiman membangun peradaban dengan keunggulan budaya. Sebab apa yang dilakukan beliau bukanlah sesuatu yang kecil melainkan tradisi-tradisi yang merupakan bahan bangunan peradaban itu sendiri.
Untuk memahami langkah-langkah Nabi Sulaiman a.s. membangun peradaban ini, yang pertama kali perlu dipahami adalah kerja-kerja yang dilakukan merupakan kerja kolektif untuk membangun sebuah tujuan besar. Kolektivitas ini merupakan unsur terkuat dari peradaban itu sendiri. Sehingga proses pembangunan obsesi adalah obsesi kolektif.
Seiring dengan kesadaran kolektivitas kita sebagai umat untuk membangun izzah Islam, nampak umat Islam yang tergabung dalam gerakan-gerakan Islam melakukan kompetisi kebaikan. Inilah yang kini menjadi trend positif di kalangan umat Islam. Al-Qur’an membolehkan bahkan menganjurkan kompetisi gerakan ini dengan istilah fastabiqul khairat. Kompetisi yang dibangun bukanlah untuk menjatuhkan satu sama lainnya, tapi saling melengkapi piramida peradaban Islam. Saya ingin menyebutnya dengan istilah trend kompetisi membangun kompetensi gerakan.
KAJIAN BUKU MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN DI PENDIDIKAN TINGGI (3)
BAB 7
MENERAPKAN KONSEP BARU MANAJEMEN SUMBER DAYA
Untuk
mengilustrasikan aplikasi elemen-elemen dan prinsip yang dijabarkan pada bab 6, bab ini akan menjabarkan usaha
yang dilakukan hampir satu dekade untuk meningkatkan sistem manajemen sumber
daya di University of California. Ilustrasi ini menjabarkan apa yang dapat
dilakukan guna meningkatkan praktik manajemen juga
menunjukankesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam merubah praktik fiskal dan anggaran yang sudah lama berlaku.
Tahapan
Pertama :
Manajemen Sumber Daya Selama Masa Pertumbuhan Yang Lamban.
Ketika pertumbuhan menjadi tantangan
utama selama tahun 1950-an dan 1960-an, University of California, seperti
halnya kebanyakan kampus negeri lainnya, mengadopsi formula yang menghubungkan
kebutuhan sumber daya dan kriteria beban
kerja pada tingkat pendaftaran mahasiswa, baik untuk mengajukan kebutuhan
anggaran pada gubernur dan dewan legislatif ataupun untuk membenarkanalokasi
internal.
Langganan:
Postingan (Atom)
