25 Mei 2020

7th Wedding Anniversay

7 tahun sudah membersamaimu ...
Usiaku memang puluhan tahun
Tapi urusan mencintaimu, aku masih butuh dituntun.

Terimakasih untuk segala keindahan yang telah diberikan.

Dari tanganmu tercipta aneka hidangan istimewa;
Dari rahimmu terlahir 2 anugerah nan memanjakan pandangan, sepasang buah hati yang menyemarakan siang dan malam kita;

Sungguh, bahagia itu sederhana saat kita tetap dan terus bersama.

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin berhembus;
Begitupun biduk rumah tangga kita, tak lekang coba dan uji;
Hari ini kita tertawa, esok lusa kita bertemu luka;
Seminggu kita menenun kasih, seminggu selanjutnya kita menuai duka;
Namun roda keluarga kita tetap bertahan.

Cemburu dan rindu menyelingi setiap waktu,
Amarah dan cinta mengiringi dalam romantika masa,
Segala emosi yang menguras jiwa dan mengiris hati pernah dilalui,
Dan pasti akan kita temui, esok atau lusa yang terus menanti dan dinanti.

Saat berjauhan mari saling menguatkan, saat berdekatan mari saling menyatukan;
Biarlah curiga menjadi sedikit bumbu cinta, namun mari jauhkan syakwa sangka agar tak jadi petaka;
Perjalanan masih terlampau jauh dan masih harus kita tempuh;

Perjalanan masih teramat panjang dan masih harus kita terjang;
Hidup memang seperti roaller coaster, namun mari nikmati guncangannya, karena ia pasti berlalu;
Kita pernah menanjak pernah menurun, namun yakinlah, cinta kan memudahkan segalanya.

Terimakasih karena terus bersabar untuk setiap tingkah yang membuatmu sering gusar;
Terimakasih karena tetap tabah dalam setiap getir yang mewabah;
Dan aku, tak akan pernah bisa untuk menggenapkan kebahagiaan yang telah kau persembahkan.

Perjalanan waktu mengantarkan kita pada pendewasaan, dewasa menyikapi hirup pikuk kehidupan, dewasa menyiasati zaman yang melenakan;
Dalam utas do'a yang selalu kupanjatkan, semoga kita berujung di pusara bahagia tak bertepi.

Hanya kepada Alloh kita lambungkan setiap harap dan ratap;
Karena Dialah yang menautkan hati, genggaman tangan serta langkah kita;
Hanya kepada Alloh kita haturkan sembah syukur terluhur atas segala karunia yang telah terhulur; Alhamdulillah.

Alhamdulillah ...
Terimakasih ya Alloh untuk setiap nikmat yang hari-hari kami hirup;
Terimakasih ya Alloh atas segenap karunia yang kami teguk;
Terimakasih ya Alloh untuk seluruh anugerah yang selalu bersimbah;
Terimakasih ya Alloh untuk segalanya.

7 tahun mungkin singkat bagi perkembangan hidup manusia, tapi terasa lama jika menelisik segala perjuangan;
7 tahun memang hanya angka, tapi nilai yang diraih semoga mengabadi hingga jannahNya kelak;
7 tahun yang terlewati hanya tangga menuju etape selanjutnya.

Perum Graha Jatiwangi
13 Mei 2020

Semoga Alloh mengekalkan cinta dan kasih sayang kita;
Meneguhkan janji setia yang pernah terucap lidah dan tertanam didada;
Melimpahkan anugerah yang tak terduga dalam jalinan kita;
Mengalir indah cerita kita hingga ke Surga.

24 Mei 2020

'Ied Mubatak 1441 H


Lulubaran usum Lebaran

Hampura, 
teu kuram kirim, 
teu kireum-kireum.

Hampura, 
teu bisa maro, 
teu bisa mere. 

Hampura, 
teu wasa nalangan, 
teu wasa nulungan. 

Hampura, 
carang mantuan, 
remen mentaan. 

Hampura, 
sok nyeungseurikeun, 
sok nyangsarakeun. 

upama saruana, 
sadayana dihampura.

Wilujeng Boboran Shiyam 1441 H/2020 M
Taqobbalallohu Minna Waminkum
Waja'alallohu lana minal'aidin walfaizin

FDJ. Indra Kurniawan
Sakulawedet.

5 Mei 2020

Maafkan Aku ...

"Memaafkan itu sulit. Tapi jauh lebih sulit lagi melupakan."

Maafkan hamba atas segala perkara yang bermula hanya dari syakwa sangka dan berujung pada kegaduhan mata dan telinga.

Entah untuk keberapa kalinya
Entah untuk ribuan kalimat yang sama
Biarkan aku menebus segala alfa
Demi sebuah luka padamu yang menganga
Dengan hukuman apapun agar maafmu deras dan lapangkan dada

Aku tak terkendali dalam buta yang fana
Memperturutkan ego hingga kau terjangkit luka
Padahal ingatanmu teramat tajam pada setiap peristiwa
Semua telah terjadi dan berujung nestapa
Hanya #maaf yang mampu ku ungkap padamu duhai pesona

Timbul tenggelam, timbul tenggelam, rasa bahagia juga duka
Dalam padanan hari yang terus berpindah dalam rodanya
Entah ini perputaran ke berapa yang ku buat dadamu sesak tak terkira

Malam ini, lelaplah dalam mimpi panjang hingga sahur menjelang
Semoga gelap menyembunyikan lelah dan penatmu dari pagi hingga petang
Meski kau mengigau penuh ratapan, atau mungkin meradang
Biar aku berjaga bersama detak jam dalam penyesalan yang panjang

Moga esok lukamu sembuh
Moga pagi jiwamu terbasuh

Air mata yang mengalir kala temaram
Sungguh telah mencabik dan menikam
Pada dada ini yang samakin mencekam

Mohon, jangan sebut kata itu lagi
Kata yang membuat merinding ngeri
Kata yang menyesakan tak terperi
Kata yang meremukkan seluruh sendi
Kata yang mencerabut segenap bahagia di hati
Kata yang meloloskan setiap tulang hingga tercacah dan terbagi
Kata yang menindih perih di diri

Dalam bisik penuh lirih
Izinkan aku menyentuhmu meski kau teramat pedih

Saat jiwamu tergoncang penuh amarah
Kusediakan diriku untuk kau bakar penuh berserah

Hingga dunia tumpang tindih pun
Akan tetap ku mohonkan ampun
Atas segala khilaf yang tak santun
Padamu wahai sang penuntun

Maafkan ...

3 Mei 2020

Jaga Diri & Hati di Bulan Suci

Berhentilah dengan kata2 nakal, ia akan menawanmu dan akan meminta pertanggungjawaban darimu.
Jaga lisanmu, selamat dirimu.

Kata-kata menjelma jadi prasangka, prasangka didominasi oleh keburukan ...

Puasa adalah perisai, rugilah jika kata-kata tak menjelma jadi ibadah ...

Kata-kata bisa jadi senjata mkan tuan, ia merusak diri sendiri dan menjerumuskannya ke lembah nadir kenistaan. Karena kata2 lah muara dari kebaikan pun keburukan.

Puasa berkata buruk juga kasar adalah serangkaian pelajaran dari bulan Ramadhan ...


Lebih banyak ngobrol bareng Alloh daripada makhluk di bulan mulia ini. Bibir bersih, lidah terjaga, kata tertata dan hati tenteram.

Makanya, kenapa puasa disebut perisai, karena ia menjaga virus2 yang membahayakan hati yang mewujud jadi laku.

Rugi pisan kalo cuma ngosongin perut, tapi bersilat lidah jalan terus. Ghibah lancar jaya, kata2 nakal tetep diumbar, obrolan unfaedah terus diperdagangkan. Puasamu hanya haus & lapar, selebihnya .... Nol besar bradah & sistah.

Satu bulan hanya medan latihan, sebelas sisanya medan perjuangan. Kalo saat latihan kita ga serius, jangan harap pas perang sesungguhnya kita menang. Kalo lagi training kita banyak maen2, pas aksi sebenarnya jangan kecewa kalo kita gagal berterusan. Waspadalah !

Bulan ini pun bulan cinta. Bulan buat ekspresikan rasa cinta tepatnya. Sejauhmana kita menyerahkan segala usaha selama sebulan penuh untuk perbaiki diri, lebih banyak memberi, lebih banyak berdedikasi, makin banyak ngaji dan tambah dekat dengan sesama ...

Hanya mencintai Alloh kita gak bakalan kecewa.

Saat mencintai makhluk, maka sebenarnya kita harus mempersiapkan diri untuk dikecewakan, berkalung penyesalan, galau tak berkesudahan, berseiap untuk disakiti, atau bahkan untuk dikhianati ...

Setia kepada Alloh membuka segala pintu kemudahan. Setia kepada makhluk adalah setapak jalan menuju setia kepada-Nya.

Hati yang mendua, rasa yang berkhianat, cinta yang bertahta dusta hanya akan menampakan dirinya dengan wajah coreng moreng dan menjijikan...

Ingat lah ... Alloh Maha Pencemburu.

Sekali saja kau tak setia kepada-Nya, menduakan-Nya, mengkhianati-Nya. Maka langgeng sudah nestapa yang akan didapat, siksanya teramat sangat pedih Jenderal !!!

Maka Alloh pun menempatkan rasa cemburu pada makhlukNya. Ya, seluruh makhluk.

Ingat lah ... Alloh Maha Pencemburu.

Sekali saja kau tak setia kepada-Nya, menduakan-Nya, mengkhianati-Nya. Maka langgeng sudah nestapa yang akan didapat, siksanya teramat sangat pedih Jenderal !!!

Maka Alloh pun menempatkan rasa cemburu pada makhlukNya. Ya, seluruh makhluk.

Dan rasa cemburu terbesar dimiliki oleh kaum Hawa. Adapun kaum Adam, mereka punya, lalu mengekspresikan rasa cemburunya dengan 2 hal ekstrem. Diam atau Labrak.

Kaum hawa mengekspresikannya dengan tangisan, lalu meledak menjadi amarah.
Maka, Ramadhan adalah pengendali emosi.

Jaga diri dan hati di bulan yang suci
Semoga tak sia-sia Ramadhan yang kita bersamai ...

Aku yang Asing dan Terasing

Aku hanya orang asing
Di belantara dunia penuh dungu juga curiga
Diantara orang terkasih pun musuh dalam selimut penuh senyum

Aku hanya ngengat pengganggu
Bagimu jelita yang diberkati kemilau rupa
Untukmu rupawan yang dianugerahi cahaya mata

Aku hanya remah-remah dalam pusaran mutiaramu

Aku hanya anjing penjaga, sekehendak dalam perintah meski sukar diperbuay

Aku hanya kucing pemalas yang selalu tertidur pulas, lepas nan bebas

Kepapaan terus meraja
Lemah jiwa tetap bertahta
Bagi diri yang tak lagi berarti
Di matamu wahai penyejuk sanubari

Berucap, takut tak bermakna
Diam, khawatir jadi pendendam

Entahlah, antara nyata dan maya
Antara fatamorgana di Sahara dan Piramida raksasa di Mesir yang perkasa

Aku hanya teronggok tak berguna di sudut sempit yang menghimpit juga gelap yang teramat pengap

Dibalik topeng wajahku
Hanya nista berselimut nanah dosa
Hanya nadir kepasrahan dan penghambaan 
Hanya liur yang dienyahkan dari mulut wangimu

Lalu, kau tersenyum
Menggerakan kepala bersama senandung kepergian yang menyesakan
Meliukan tangan dengan lirik pedih perpisahan

Akulah ilalang yang menghalangi pandanganmu, dari megahnya dunia yang kau impikan

Akulah tali yang mengekangmu, hingga kau menjadi budak, tak merdeka dengan segala cita

Lalu kemana seluruh pengorbanan?
Oh aku lupa, jika memang cinta kau tak pernah merasa berkorban. Begitu ungkap seorang bijak.

Jika kau sudah merasa berkorban, maka saat itu cintamu tak utuh, cintamu tak lurus nan tulus.

Aku hanya binatang kerdil
Sekali kau injak, hancur seketika
Sekali kau pukul, lagsung remuk redam

Maka, biarlah aku kau jadikan pelampiasan atas segala kekesalan;
Kau jadikan aku sebagai samsak untuk kau jadikan sasaran tarungmu;
Kau jadikan aku kertas untuk dirobek lalu dibakar;
Kau jadikan aku lap yang kau pakai membersihkan kotoran;
Biarlah ku relakan semuanya ...

Akulah toksik yang meracuni tidur nyenyakmu, mimpi indahmu dan membangunkanmu dengan keringat dinhim penu ketakutan.

Aku hanyalah sianida yang mematikan sukma yang 'kan melayangkanmu menuju dunia impian, impian yang mungkin tak pernah kau singgahi.

Aku rancu dan kaku
Kau begitu segar membiru

Aku sekeras batu
Kau selembut sutera para ratu

Aku beku
Kau mengalir deras menuju samudera rindu

Aku baja tak bertuan
Kau mutiara bertahta intan

Aku babu
Kau nyonya anggun dengan pesona beribu

Aku serdadu
Kau panglima perang menggebu dengan sejuta kuasa menyatu