10 Juli 2013

Ramadhan Ku ..


Ramadhan tahun ini (1434 H) ada yang berbeda, Allah memberiku sebuah kado istimewa dan teramat berharga, yaitu seorang pendamping hidup. Yang harus kulingkari jemarinya dengan segudang kewajiban sebagai seorang istri, yang harus kuhiasi jemarinya dengan kemaafan, yang harus kutaburi pipinya dengan bedak kemesraan dan harus kusanggupi diri ini menjadikannya salahsatu amanah terbesar dalam hidupku.

Sudah lama saya tak menulis atau posting lewat blog ini, bukan karena sibuk tapi memang tak menyempatkan diri untuk menulis. Padahal menulis adalah pekerjaannya orang-orang besar, setidaknya itu yang saya tahu dari catatan kawan-kawan bloger.

Ramadhan kali ini, saya tak lagi sahur dan berbuka seorang diri. Karena disela aktivitas shaumku ada seorang istri yang menemani. Ya, Allah menentukan takdir lain dalam hidupku. Sebenarnya diri ini telah ber’azam untuk menikah pada usia 25, namun Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk diri ini yang bergelimang kelemahan dan kealfaan, Dia pending hajat itu dan menakdirkannya di usiaku yang ke-26. Inilah yang dinamakan takdir, Allah tidak memperlambat apa yang kita inginkan, hanya saja Dia menanti waktu yang tepat untuk kita setelah kita benar-benar memantaskan diri untuk sesuatu yang akan kita raih.

Mahasuci Allah yang telah menganugerahkanku seorang pendamping hidup, yang bersamanya akan ku arungi samudera kehidupan ini berdua, baik suka maupun duka, dalam pedih maupun tersenyum, baik tawa ataupun tetesan air mata, berdua.

Adapun perihal salahsatu keutamaan shaum pada bulan Ramadhan ini, Rasulullah Saw. Pernah bersabda, bahwa Allah Swt. memperuntukan 2 kebahagiaan bagi orang-orang yang berpuasa; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Allah Swt. Maka, wahai para pemuda yang masih melajang, Rasulullah pun memerintahkanmu untuk berpuasa jika kamu belum mampu untuk menikah, karena puasa adalah perisai dari perbudakan hawa nafsu, yakni nafsu syahwat yang dahsyat.

Bercermin dari sabda Nabi Saw. Diatas, salahsatu kebahagiaan orang berpuasa ialah saat kita berbuka. Maka bagi para pemuda yang masih melajang, semoga kalian bias memetik pelajaran bahwa masa lajangmu adalah masa-masanya berpuasa, artinya apapun yang yang menyenangkan tentang godaan-godaan dari lawan jenismu semasa kamu belum menikah itu adalah diharamkan sehingga kamu halal dengannya, sama seperti makanan dan minuman yang lezat itu diharamkan sehingga kamu berbuka dari puasa. Jangan sampai kamu tak berbahagia ketika kamu berbuka puasa atau artinya jangan sampai kamu kecewa saat semuanya telah halal untukmu dari lawan jenismu.

Sungguh, dalam setiap sabda Nabi mengandung berjuta hikmah. Maka, semoga Ramadhan ini kita dilimpahi keberkahan yang berlipat ganda. Semoga shaum kita bukanlah shaum yang hanya menahan lapar dan dahaga saja, tetapi shaum yang benar-benar shaum. Kita mempuasakan seluruh anggota tubuh kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat, mempuasakan kita dari sifat iri, dengki, dan dendam.

Terimakasih ya Allah, shaum Ramadhan kali ini Engkau menghadiahiku seorang bidadari yang akan membersamaiku saat lelap dan terjaga. Yang akan membangunkanku untuk makan sahur, yang selalu mengingatkanku untuk lekas berbuka bila tiba saatnya, dan menggandeng tanganku ketika isya dan tarawih berjama’ah ke masjid. Alhamdulillah … Bāriklanā fī Ramadhān … 

Tidak ada komentar: