1 April 2014

Dream And Believe



Target kita adalah terlibat dalam Liga Champion” ujang Brendan Rodgers boss Liverpool FC ketika ditanya tentang peluang ‘Si Merah’ meraih title Juara Liga Inggris musim 2013/2014 yang telah 2 dasawarsa lebih tak hadir di Anfield.

Jika hari ini ada survey index kebahagiaan bagi para fans sepak bola di ranah Inggris, saya yakin bahwa supporter Liverpool lah yang berada pada urutan paling atas (termasuk saya). Mereka dipaksa bermimpi seliar-liarnya dengan kondisi klub sepakbola yang mereka banggakan saat ini dengan hasil-hasil yang fantastis. Kini, pada pekan ke-32, Liverpool bertengger di Puncak Kelasemen dengan selisih 2 poin dari Chelsea di posisi kedua.

Para Supporter sudah menuliskan kata-kata kebangkitan, mengungkapkan kalimat-kalimat kebanggaan, menyanyikan dendang kemenangan dalam setiap pertandingan, dan dari semua laga yang telah dijalani, semakin meningkatkan gairah mereka untuk menyambut ‘Si Merah’ sebagai juara Liga Primer Inggris tahun ini.

Pergantian tahun membuat segalanya jadi berubah. Berubah menjadi lebih baik. Kami memiliki mimpi, mimpi yang sangat indah, dan kami senantiasa menyandingkan mimpi itu dengan keyakinana. Dream and Believe. Jika sebelumnya kami hanya punya target masuk 4 besar, saat ini kami miliki mimpi untuk menjadi juara. Dan kami meyakini mimpi itu. Bukankah Tuhan selalu memeluk mimpi-mimpi kita? Maka jika dicampur dengan keyakinan tinggi, tak ada yang tak mungkin bahwa Tuhan akan mewujudkan mimpi itu.

Segala hitungan dan statistic sudah bermunculan untuk memprediski siapa yang bakal juara di akhir musim. Berhitung boleh, tapi mimpi, keyakinan dan kerja keras yang ditunjukan akan melebihi dari sekedar hitungan diatas kertas belaka. Yang harus selalu diingat adalah, bola tetaplah bola. Ia bulat dan menggelinding. Kadang terangkat tinggi kadang turun menukik tajam. Siapa yang menyangka Sang Juara bertahan Manchester United terseok-seok pada musim ini, inilah dunia sepak bola. Dunia yang harus diterima segala hasilnya. Entah itu baik, pun buruk.

Si Merah saat ini tengah menyala. Namun nyalanya dihantui oleh dua warna biru yang berbeda. Yang satu Biru Laut dan yang satu Biru Langit. Chelsea dari London dan Manchester City. Kedua pesaing ini memiliki energy yang besar, kualitas pemain yang mumpuni dan mereka berpikir itu cukup menjadi syarat untuk menjadi juara. Namun, jika saya boleh menukil perkataan Anis Matta, bahwa “biarlah yang lain punya energy besar, tapi kita punya ide besar”. Dan kita akan menjual ide besar ini dengan meraih Trophy Liga Primer Inggris musim ini ke public Anfield. Menjadi kado terindah untuk Steven Gerrard, Sang kapten kharismatik, bomus bagi para pemain yang telah bekerja keras dan berjuang dengan heroic, serta membasuh dahaga selama 2 dekade lebih para Kopites di seluruh dunia yang telah mendukung dengan fantastik.

Maka tak heran seorang penulis di Daily Mail mengungkapkan 10 alasan mengapa Liverpool FC harus juara, ditambah fans netral juga mendukung Liverpool sebagai pemenang, mereka telah termakan ide besar yang tengah diusung oleh ‘Si Merah’ dengan performa yang apik di lapangan, dan lebih dari itu mereka tak ingin “mengotori” title juara dengan taburan “uang” berlimpah seperti yang dilakukan competitor lainnya dalam merebut tahta juara. Mereka menginginkan juara sejati yang lahir dari perjuangan, kerja keras, pemainan yang menghibur dan tentu saja ide besar yang tengah direfleksikan oleh pasukan Brendan Rodgers.

Laga masih terus berjalan, dan kita punya 6 pertandiangan final, selain itu masih ada 2 klub top four yang akan kita jamu di Anfield. Inilah ujian sebenarnya. Jika ‘Si Merah’ mampu menyapu bersih laga tersisa, biarlah takdir menyapa dengan senyum indah kepada Sang Juara, ‘Si Merah’ nan membara.

Akhirnya, jika ide besar ini telah diserap oleh berbagai kalangan di ranah Britania Raya, jika ide ini telah menyebar dan mengakar. Jika ide ini telah diserap dan disadari sebagai sebuah kebutuhan, maka kita akan menyambut mereka dengan dua kata Dream and Believe. Dan dimanapun posisi ‘Si Merah’ berakhir bula Mei nanti. Target untuk andil di Liga Champion adalah harga mati. Adapun menjadi Juara Liga Primer Inggris ‘hanya Bonus’. Sekian. YNWA.

Tidak ada komentar: