11 Januari 2012

Masih Menyisakan Harapan


Dalam sesempit apapun keadaan yang menghimpit kita, bahkan lebih sempit dari lubang jaru, maka harapan itu tetap akan ada. Harapan itu bersembunyi, dan ia menunggu kita untuk menemukannya, ia menunggu kita untuk menjemputnya, dan ia menantikan kita untuk menjadikannya sebagai senjata terakhir untuk keluar dari sempitnya kehidupan yang mengangkangi.


Harapanlah yang menjadikan seseorang terus berjalan meski tertatih, harapanlah yang terus membunyikan semangat dan tanpa henti meneriakan janji-janji kemenangan.

Teruslah berharap, tetaplah genggam erat harapan itu, karena yakinlah bahwa Allah bersama orang-orang yang menggenggam harapan. Allah mengiringi orang-orang yang berhusnudzan pada-Nya dan bersama orang-orang yang tetap optimis dalam memandang kehidupan, seberapa payahnya pun kehidupan. Dari berjuta keadaan yang kita hadapi, semua adalah jalan Nya yang harus kita sebrangi dengan harapan menggunung, karena di tengah sahara kehidupan ini Dialah yang menciptakan oase ketenangan dalam jiwa dari kegersangan dan kehausan dalam pencapaian tujuan.

Orang-orang yang terus memeluk harapan didadanya akan memandang dunia ini begitu luas, teramat luas meski ia diruang gelap atau jeruji sempit. Ia memandang jauh kedepan, menerobos setiap ruang dan waktu, menjamah masa depan dan merasakan kebahagiaan yang akan ia rasakan. Bayangkan, sebelum ia mencapai puncak kejayaanpun ia telah bisa merasakan kebahagian yang tak terkira, dan mungkin ketika itu ia tengah berada di tebing curam yang dapat mengancam hidupnya.

Yakinlah sahabat, hidup ini layak kita jalani, harus kita siasati. Dan harapan adalah kawan terbaik untuk mejalaninya. Kawan yang menjadikan stamina kita terjaga, teman yang memulihkan kepenatan dan kawan yang akan membuka ruang-ruang gelap dan sempit menuju istana penuh cahaya dan menjulang.

Tidak ada komentar: