31 Maret 2012

I’m Jelous ...


Sudah lama tak menjejakan kaki di kampus, tak banyak perubahan hanya aromanya sedikit berbeda. Berbeda dari keadaan sebelumnya, dimana saya biasanya saya setiap minggu pasti berada disana, namun sudah beberapa bulan tak bersua dengan kampus tercinta. Ya, karena sesuatu yang membuatku tak mau kesana dan saya tak berani mengungkapkannya. Hanya seberkas kekecewaan.


Cemburu. Ya, saya cemburu dan sangat cemburu saat bertemu kawan-kawan seangkatan. Mereka menyap dan bertanya kabar, hanya menjawab singkat dan semua terlihat seolah baik-baik saja. Sedikit pencitraan tak apa kan ?? meski hati tak bisa dibohongi, kecewa masih mendarah daging. Malu, tapi harus dihadapi dengan senyuman.

Cemburu pada kawan-kawan yang sangat sibuk dengan aktivitas masing-masing, ada yang menyerahan laporan PPL, ada yang sibuk ngurus administrasi perkuliahan, ada yang serius menggarap proposal skripsi, ada yang sumringah karena telah memperoleh SK Pembimbing dari fakultas, ada yang sudah sampai pada BAB III, sudah rampung BAB II dan mereka begitu antusias. Menyakitkan, cemburu memang selalu menyiksa.

KKN diujung mata, namun kondisi keuangan belum juga membaik. Sedang mereka, sudah mulai berkemas menyiapkan bahan pesta untuk mendapat gelar Sarjana, Skirpsi. Skripsi bagiku mudah, namun karena PPL yang tidak dapat kuikuti, mengalihkan perhatianku pada dunia lain, introspeksi diri, menampilkan diri agar lebih layak dan selalu berfikir positif bahwa Allah berkehendak yang terbaik untuk saya. Dan saya tepatnya belum pantas lulus tahun ini.

Tapi, tetap saja cemburu memburu. Lebih baik tidak bertemu dengan kawan-kawan seangkatan daripada ditanya tentang kabar akhir perkuliahan. Lebih baik menghindar dan membangun rumah sendiri daripada berjumpa dengan mereka yang tengah serius menggarap tugas akhir. Hah, cemburu tetap saja menyakitkan. Apapun alasannya, cemburu tetap menyembunyikan timbunan kekecewaan dan kehampaan. Sekali lagi, cemburu selalu menyakitkan.

Hanya lewat tulisan ini karuahkan segala perasaanku, perasaan cemburu ini. Hanya pada tulisan aku bebas berekspresi dan mencincang habis semua resah di diri dan membasmi setiap keadaan yang menghantui. Tulisan, meski tak dapat diajak diskusi namun kawan efektif penghalau galau.

Dan di akhir tulisan ini, aku tetap cemburu. Pada kalian kawan-kawanku, atas wajah serius, atas wajah sumbringah atas buku-buku yang ditenteng, pada simpang siur di perpustakaan dan pada setiap pertanyaan-pertanyaan yang penuh harapan dan menguatkan. Aku cemburu.

Tidak ada komentar: