15 April 2011

Hati-hati dengan Film “?” (baca: TANDATANYA)


Hati-hati dengan Film “?” (baca: TANDATANYA)



Mungkin tidak asing lagi bagi sahabat pecinta Film Indonesia dengan hadirnya film baru dengan judul yang cukup unik dan membuat penasaran yaitu “?” (baca; TANDATANYA) karya Hanung Bramatyo. Film ini banyak di apresiasi oleh beberapa kalangan dan tidak luput pula menjadi kontroversi. Dalam hal ini, saya secara pribadi hanya menyampaikan beberapa hal yang cukup penting terutama bagi umat Islam terkait film tersebut. Mengapa, karena menurut hemat saya pribadi yang buta akan perfilman dan masih sangat kurang pemahan dan ilmu, bahwa terdapat ke”janggalan” yang disuguhkan film tersebut, bahkan Dr. Adian Husaini (Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia) dengan berani menyebutkan bahwa Film tersebut “Menyesatkan dan merusak Aqidah umat Islam, dan film tersebut bertentangan dengan Tauhid yang diyakini oleh ummat Islam.”



Bukan berarti saya mencontek pemahaman beliau, akan tetapi sebelum beliau menyampaikan opini tersebutpun saya mempunyai beberapa pemahaman yang saya sepakati. Ketika saya melihat thriller film tersebut, terutama pada prolog, bahwa secara tersirat film tersebut ingin menyapaikan pesan-pesan tentang faham Pluralisme.



Tulisan ini bukan untuk memprovokasi sahabat sekalian untuk tidak menonton, hanya saja sebagai sesame manusia dan kepada sahabat yang memiliki aqidah yang sama yakni Islam, untuk saling mengingatkan dan senantiasa berhati-hati terhadap penyimpangan-penyimpangan aqidah yang kita peluk. Karena Allah ‘Azza Wajalla dan Rasulullah Saw. Secara tegas mengajarkan tidak ada sedikitpun toleransi dalam hal Aqidah dan ketuhanan. Ketika kita memberikan toleransi terhadap keyakinan, maka kita telah berada pada jalur luar bingkai Islam, atau dikatakan sebagai Murtad. Na’udzu billah …



Sebagai bahan renungan dan perhatian kita bersama, silakan baca, perhatikan dan fahami apa yang terkandung pada teks berikut yang terdapat dalam prolog film tersebut :



“Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini, tapi dijalan setapaknya masing-masing. Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju kearah yang sama, mencari satu hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama, yaitu TUHAN.”



Sangat jelas bukan, hal ini mengajarkan bahwa setiap manusia menyembah Tuhan yang SAMA dan setiap agama adalah SAMA, yang membedakan adalah cara menjalankan ibadahnya. Sungguh, saya akan sangat tersinggung jika saya dikatakan sebagai Penyembah Yesus Kristus, atau bagi umat Kristiani bahwa dia adalah penyembah Allah Swt., yaitu Tuhannya umat Islam. Sangat sepakat sekali apa yang disampaikan oleh Dr. Adian Husaini, bahwa untuk menciptakan kerukunan tidak perlu mengorbankan keyakinannya masing-masing.



“Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku." (Q.S. Al-Kafirun : 6)




So, saya hanya menyampaikan apa yang fahami dan keputusan berada pada sahabat sekalian. Kebanaran hanyalah ada pada sisi Allah semata, segala kebodohan, kekurangan dan kekhilafan mutlak dari diri saya pribadi.



Wallahu A’lam bisshawab …

2 komentar:

rina robiatul mengatakan...

kalau memang film ini sesat dan dilarang untuk ditayangkan,lalu kenapa film2 horor yang dicampuri adegan yang tak pantas, itu lolos loslos aza tayang dibioskop.

FDJ. Indra Kurniawan mengatakan...

karena kebetulan ane bukan team sensor setiap film yang tayang di Indonesia, jadi ane gak bisa boikot itu film.

Tapi ane yakin , sekecil apapun kebaikan akan berbuah kebaikan. dan tugas ane hanya ngasih saran or peringatan.

Fadzakkir innama anta mudzakkir (maka berilan peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan)'

Wallahu A'lam ...